Antrean BBM Mengular, Bupati Ketapang Minta OPD Bijak Sikapi Pegawai Terlambat

KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersikap bijaksana terhadap pegawai yang terlambat masuk kerja akibat kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Imbauan ini disampaikan menyusul antrean panjang di sejumlah SPBU yang mengganggu mobilitas masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang hendak berangkat kerja.

Alex meminta pimpinan OPD tidak terburu-buru menjatuhkan sanksi maupun memotong gaji pegawai tanpa mempertimbangkan kondisi di lapangan.

“Jika ada pegawai yang terlambat karena kesulitan mendapatkan BBM, jangan langsung diberikan sanksi. Kita harus melihat situasi dan kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti mengabaikan disiplin kerja. Pimpinan OPD tetap diminta melakukan pengawasan dan memeriksa alasan keterlambatan secara objektif.

“Kedisiplinan tetap penting, tetapi saya berharap pimpinan OPD mengedepankan kebijaksanaan. Jangan sampai pegawai dirugikan akibat kondisi di luar kendali mereka. Namun, kita juga tidak mentolerir terhadap pegawai yang sengaja terlambat atau tidak masuk dengan dalih antri BBM namun ternyata faktanya tidak benar,” tegasnya.

Alex berharap pelayanan pemerintahan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah kendala BBM yang terjadi di Kabupaten Ketapang. (*)

Berita Terkait

Leave a Comment